Beberapa amalan mesti dalam ibadah haji. Perbedaan rukun dan mesti haji terletak terhadap sah atau tidaknya ibadah haji. Jika jemaah meninggalkan tidak benar satu atau beberapa amalan mesti haji maka hajinya senantiasa sah, namun ada kewajiban membayar denda (dam). Amalan mesti haji antara lain badal haji :

1. Ihram berasal dari miqot
Tempat pembatas bagi jemaah haji untuk mengawali berihram disebut miqat. Tempat ini telah ditentukan sejak zaman nabi Muhammad Saw. Jika jemaah memakai pesawat terbang dan melintasi miqot, maka ihram dilaksanakan di dalam pesawat.

2. Wukuf di Arafah sampai pas magrib bagi yang mengawali wukuf di siang hari.

3. Mabit di Muzdalifah. Mabit atau bermalam di Muzdalifah umumnya dilaksanakan setelah wukuf. Dari Arafah, jemaah bakal lewat Muzdalifah dan bermalam di sana sampai terbit fajar.

4. Melempar jumrah aqobah terhadap tanggal 10 Dzulhijjah dan dilaksanakan setelah matahari terbit. Saat lakukan jumrah, jemaah disunahkan untuk bertakbir.

5. Mabit di Mina terhadap hari-hari tasyriq. Saat lakukan haji, Rasulullah bermalam di Mina sepanjang hari-hari tasyriq (11,12, dan 13 Dzulhijjah).

6. Mencukur dan memendekkan rambut. Mencukur atau memendekkan rambut bisa dilaksanakan sampai akhir tanggal 10 Dzulhijjah. Jemaah laki-laki mengambil seluruh bagian rambut untuk dipendekkan, namun jemaah wanita cukup memotong satu ruas jari berasal dari ujung rambut.

7. Melakukan tawaf wadak. Tawaf wadak dilaksanakan saat jemaah bakal meninggalkan Kakbah dan telah selesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Tawaf wadak dilaksanakan oleh tiap-tiap jemaah haji, terkecuali masyarakat Mekkah dan wanita haid.

Demikianlah rangkaian tata cara ibadah haji yang mesti dilaksanakan oleh tiap-tiap jemaah.  travel Haji Umrah Selain rukun dan mesti haji, tetap ada amalan-amalan sunah lainnya yang bisa dilaksanakan oleh para jemaah. Untuk memperoleh uraian yang lebih mengetahui perihal rangkaian ibadah haji, Alangkah baiknya terkecuali jemaah mempelajari skema ibadah haji yang umumnya disajikan oleh penyelenggara haji, atau bisa diunduh di mesin pencari di internet.

Bagi umat muslim, lebih-lebih yang hendak, sedang, atau usai menjalankan ibadah haji pasti telah tak asing bersama Hajar Aswad. Sebuah batu besar yang dipercayai berasal berasal dari surga. Batu hitam yang mempunyai aroma unik dan pas ini di tempatkan di sisi luar Ka’bah. Letak selanjutnya untuk memudahkan jamaah haji mencium Hajar Aswad.

Mayoritas jamaah haji, umumnya mempunyai obsesi dan permohonan menggebu untuk bisa mencium Hajar Aswad. Salah satu kesibukan dalam pelaksanaan haji yang hukumnya sunnah. Namun, mereka berkenan berdesak-desakan sampai saling mendorong, sehingga bisa lakukan sunnah tersebut.

Hal ini bukan tanpa alasan, jika sedikit menengok sejarahnya. Dalam fiqh, mencium Hajar Aswad disebut Istilam. Yakni bentuk ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat lakukan haji. Tepatnya pas tawaf dan bersama cara mengusap, serta mencium Hajar Aswad.
Maksud berasal dari kelakuan ini ialah penghormatan kepada Allah dan menginginkan ridha-Nya. Bukan memuja atau berdoa terhadap batu tersebut. Kegiatan ini juga disebut sebagai tidak benar satu cobaan berasal dari Allah kepada hambanya. Apakah sang hamba taat atau tidak bersama syariat yang telah Allah tetapkan?

Nah, untuk Anda yang hendak atau sedang lakukan ibadah haji, semoga tidak kelewatan menjalankan sunnah Rasul SAW yang satu ini. Agar kesibukan ini dimudahkan, ada beberapa satu} tips jitu yang bisa Anda coba terapkan. Di antaranya:

1. Berniat bersama hati yang tulus dan ikhlas untuk mencium Hajar Aswad, bersama tujuan ikuti sunnah Rasulullah SAW. Jangan sampai ada tujuan lain yang mengarah ke musyrik.
2. Usai lakukan tawaf dan sholat sunnah tawaf, segeralah berlangsung ke arah Hajar Aswad. Usahakan perjalanan ini tidak memotong jamaah lain yang sedang tawaf. Jadi, ikuti arus tawaf dan berlangsung sambil mendekati multazam.
3. Sangat dianjurkan masuk berasal dari arah pintu ka’bah atau multazam. Lalu iringi bersama beritikad tidak menyakiti sesama jamaah, meski ada jamaah yang bersikap kasar.
4. Dari pintu ka’bah teruslah merapat ke dinding dan mendekat ke kaki asykar penjagaan. Sangat dianjurkan tidak berlangsung dan singgah berasal dari arah depan Hajar Aswad. Alasannya, bisa terdorong ke belakang karena pergerakan jamaah yang habis mencium.
5. Ketika dekat, bertakbirlah sambil tunggu jamaah lain mencium Hajar Aswad. Agar tidak terdorong oleh jamaah di depan, peganglah marmer di kaki polisi atau kiswah di atasnya.
6. Posisi badan miring saat mengantre itu yang terbaik. Badan menghadap multazam dan bahu sebelah kiri bergerak menuju ke 7. Hajar Aswad. Ketika giliran pas mencium, pegang erat-erat ujung kiswah terdekat.
8. Berdoalah tanpa bersuara dan pas mencium ucapkan “Bismillah Allahu Akbar”. Lalu, usap Hajar Aswad sekali bersama tangan kanan sambil membaca “Bismillah Allahu Akbar, Allahumma imanan bika wa tashdiqon bik itabik wa sunnati nabiyyika”. Lakukan bersama cepat sehingga tak dimarahi polisi dan jamaah lainnya.
9. Setelah selesai menjalankan sunnah ini, senantiasa waspada untuk bisa muncul berasal dari kerumuan. Keluar pelan-pelan tanpa menyakiti jamaah lain.
10. Bila telah sukses keluar, perbanyak sholawat dan cium tangan yang tadi mengusap Hajar Aswad. Ketika hendak muncul berasal dari lingkaran tawaf, jangan memotong barisan karena bisa menghambat.
11. Terakhir, banyak-banyaklah bersyukur karena telah diberi izin dan bisa lakukan sunnah Rasulullah SAW tersebut.