Perencanaan anggaran dalam setiap permasalahan problematika seharusnya sudah dianggarkan berupa bantuan dalam penanggulangan bencana seperti tenda bivak bantuan bagi para korban. Otoritas terpenting dalam ranah ini adalah pemerintah daerah yang turun langsung sebagai perwakilan pemerintah pusat.

Indonesia yang berada di garis khatulistiwa menjadi satu tantangan tersendiri bagi para senator disetiap bagian daerah (re: DPR) dalam mengatasi berbagai hal yang terjadi di tanah ibu pertiwi ini.

tenda bivak bantuan solusi penanggulangan bencana

Bencana yang Tidak Dapat Dihindari

Tentu disemua negara, termasuk di Indonesia yang tergolong pemerintahan terpusat mayoritas elemen petinggi berada dalam kota itu-itu saja. Tidak cukup merata. Terbukti dengan adanya bencana gempa seperti yang terjadi di Donggala tahun lalu menjadi satu momok hal yang tidak dapat dihindari. Banyak masyarakat setempat yang merasa sedih, kecewa dan hancur akibat dari adanya bencana ini.

Pemerintah sebagai pemegang kendali atas otoritas setempat dan beberapa kota lain di Indonesia seharusnya mengerti dan faham betul mengenai ini. Guaronesua sebagai situs resmi yang dikelola beberapa pemuda ini dengan segenap hati menekankan bahwa bantuan secepatnya adalah hal mutlak yang patut dipertimbangkan kembali.

Kita semua mengerti bahwa fenomena seperti ini kita tidak akan pernah bisa mengetahuinya.

Namun apa salahnya jika sudah menyiapkan dan menyediakan perlengkapan agar tanggap bencana yang dilakukan dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Seperti yang terakhir gempa besar yang terjadi di Donggala. Adalah bencana alam yang mungkin telah ada track dan hasil seismograp terjadi peningkatan yang cukup fluktuatif. Tetapi, alat tersebut hanyalah sebagai peralatan yang hanya mengetahui total berapa jumlah gesekan bumi. Hanya itu saja.

Lantas bagaimana selanjutnya?

Dilemma Bantuan

Cara penyelesaian masalah yang terjadi dari akibat bencana tersebut sebenarnya masih terlihat “buram”. Banyak para aparat kedinasan dalam satu tempat yang sama juga mengalami kerugian dan kesedihan. Namun, sebagai pekerja profesional yang menuntut harus mengedepankan kekeluargaan dan kerukunan bersama, banyak dari mereka bingung jikalau belum ada instruksi dalam mengatasi sehingga kurangnya gesit dan sigap dari setiap individu aparat tersebut menjadi sebuah dilemma instant. Bantuan dari pemerintah yang seharusnya secepat mungkin dan tanpa terbelit-belit seharusnya dipertimbangkan lagi mengenai perputaran tahap yang musti dilalui.

Keadaan darurat menuntut para pemerintah dinas khususnya bagian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan berupa tenda bantuan serbaguna yang langsung disimpan disetiap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sehingga pemerintah dapat gerak cepat dan mengerahkan seluruh potensi anggota yang telah sesuai dengan SoP.

Jika dalam satu daerah terkena bencana, benar semuanya pasti akan panik tak terlepas apakah dia memiliki jabatan yang tinggi sekalipun. Mengingat kejadian tersebut, langkah demi langkah yang praksis mau tidak mau pemerintah harus telah memprediksi hal yang terburuk dan melatih semua anggota sehingga kepanikan yang terjadi dapat ditekan.

Solusi Menanggulangi Bencana yang Terjadi

Ya, salah satu cara mengatasi bencana tersebut tentu perlu disadari semua elemen harus turun tangan. Tapi, disini hanya menekankan pada wewenang dan otoritas yang memang berwenang dalam bidang ini salah satunya BNPB, TNI dan Aparat lainnya. Pentingnya menyediakan sebuah tenda bivak atau pleton untuk siap sedia apabila sewaktu-waktu terjadi bencana seperti ini. Penanggulangan yang cepat tentu menjadi harapan bagi masyarakat karena bagaimanapun juga, BNPB adalah juru kunci dari ini semua melalui konstitusi yang sudah sah.

Dari itu semua, banyak juga yang telah menyumbang berupa tenaga, materi maupun doa. Alhamdulillah di Indonesia khususnya masyarakat sudah sedikit timbul rasa kepedulian yang terjadi antar sesama.

Teruntuk para kedinasan yang berwenang, bagaimanapun juga tugas adalah sebuah tugas yang mana tidak dapat disepelekan serta hal-hal yang berkaitan mengenai masalah internal yang terjadi tidak perlu dibawa hingga ke tempat lapangan.