Daya Saing RI Naik, Modal untuk Genjot Ekonomi

Posted by

Daya Saing RI Naik

Daya Saing RI Naik – Peringkat daya saing Indonesia meningkat lima peringkat dari yang sebelumnyai pada posisi 41 menjadi 36. Capaian tersebut berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) terkait Global Competitiveness Index 2017-2018. jasa lainnya: Pelatihan pajak

Ekonom Dari PT BCA (Persero) David Samual menyatakan bahwa kenaikan peringkat daya saing Indonesia membuat negara ribuan pulau ini semakin diminati banyak investor.

“Ya berarti masuk ke radar investor pastinya. Kalau peringkat makin bagus, itu kan salah satu input bagi mereka, makanya harus didorong terus,” kata David. Meski telah memiliki nilai lebih di mata investor, David menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pemerintah untuk menjaga bahkan meningkatkan peringkat daya saing Indonesia ke depannya. artikel lainnya: pph badan

Dia menilai salah satunya dengan merealisasikan 16 paket kebijakan ekonomi yang sudah dirilis, apalagi yang menyangkut investasi. Hal yang perlu dibenahi ialah sinkronisasi aturan-aturan antar kementerian/lembaga yang masih menjadi masalah klasik baik di pusat maupun di daerah.

“Banyak perda retribusi, pajak, tenaga kerja, yang tidak ramah investor,” ungkap dia.

Menurut David, masih banyak pemerintah yang menerbitkan aturan-aturan baru tanpa memperhatikan risiko lebih lanjut terhadap investasi.

“Sekarang kan ranking dunia, ini kan dilihat investor kalau makin baik. Peringkat daerah juga sama kalau suatu daerah makin bagus juga akan dilihat investor, dan yang buruk, yang kurang, bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan daerah yang bagus,” papar dia.

Dengan demikian David berharap pemerintah terus menerapkan efisienkan aturan-aturan yang selama ini memang dianggap menghambat perekonomian nasional, apalagi pemerintah menargetkan posisi kemudahan berusaha di peringkat 40.

“Jadi lebih mendorong minat investor masuk ke RI,” tukas dia.

Perekonomian Indonesia dinilai akan semakin membaik jika pemerintah merealisasikan 16 paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan hingga saat ini.

Hal tersebut diungkapkan Pengamat Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Tony A Prasetiantono.

“Kalau 16 paket deregulasi sektor riil bisa dijamin implementasinya, itu sudah dapat menaikkan peringkat kita lagi. Ditambah lagi penyelesaian proyek infrastruktur vital, misalnya menyambung Jakarta-Surabaya dengan tol. Itu bakal signifikan,” kata Tony. artikel lainnya: pph pasal 21

Peringkat daya saing Indonesia meningkat lima peringkat dari yang sebelumnya di posisi 41 menjadi 36. Capaian tersebut berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) terkait dengan Global Competitiveness Index 2017-2018.

Perbaikan peringkat daya saing Indonesia saat ini, kata Tony, dikarenakan pemerintah sudah banyak berinisiatif melakukan berbagai perbaikan, mulai dari infrastruktur hingga makro ekonomi.

Paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan pemerintah belum berjalan secara efektif. Namun, kenaikan peringkat daya saing ini bisa menjadi modal yang baik bagi perekonomian di Indonesia.

“Saya yakin hasil ini bakal memberi sentimen positif bagi investor, terutama investor asing. Ini akan menjadi modal yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 2018, agar mencapai setidaknya 5,4%,” tambah dia.

Lebih lanjut Tony memaparkan, peningkatan daya saing Indonesia ini juga masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk merasakan hasilnya.

“Saya pikir masih perlu waktu, mungkin 1 quarter (3 bulan). Makanya saya baru berharap efeknya mulai awal 2018, bukan di 2017,” jelas dia.

Oleh karenanya, Tony berharap pemerintah benar-benar merealisasikan implementasi 16 paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan. Selain untuk meningkatkan daya saing Indonesia juga membesarkan perekonomian nasional.

“Iya. Deregulasi harus benar-benar dijalankan sampai level birokrat bagian bawah, bukan cuma di eselon 1 saja. Ini PR-nya,” tukas dia.

Sumber: detikFinance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *